About Us

Awal mula tahun 2015 sebuah pergolakan hati yang sulit, tanpa arahan hidup berawal dari pergolakan jiwa mencari sebuah tuntunan yang menyadarkan diri akan Makna Sebuah Kehidupan”.Seperti sebuah pencarian yang tiada arti karna tidak menemukan sebuah jawaban, siapa diri Saya, sedang dimana Saya dan apa tujuan Saya. Dalam sebuah proses pencarian pada akhirnya saya bertemu laki-laki dengan fisik yang berambut panjang, berbadan kurus dan hanya membawa tas dalam pundaknya.

Ucapan yang pertama terucap ketika berhadapan adalah sedang apa kamu le ( sebutan seorang yang lebih muda seperti melihat dalam diri saya hanyalah seorang anak kecil ). Seketika itu juga saya terdiam dan hanya dapat memandang seorang yang ada di hadapan saya waktu itu, lantas Saya menjawab pertanyaannya sedang mencari jawaban dalam kesulitan yang saya hadapi. Lelaki setengah umur itupun menjawab dengan perkataan, kenapa mencari jawaban keluar, bukannya jawaban itu ada dalam diri kehidupan Mu yang telah di kodratkan sejak awal terlaahir sampai diri Mu meninggal nanti.

Saya lantas memberikan sebuah pertanyaan, apa yang terlihat dalam diri saya yang saya sendiri tidak dapat melihatnya, sedangkan lelaki yang baru saya temukan merasa yakin bahwa dirinya dapat melihat tentang sisi kehidupan diri Saya.Lantas sebuah jawaban terucap adalah semua kehidupan selalu berpegangan dengan ilmu, orang yang berilmu dan menjalankan aturan yang sudah di kodratkan dengan menjalankan kebaikan dalam kehidupan akan menemukan titik akhirnya dalam sebuah pengalaman yang disebuat pengalaman rohani dimana setiap manusia akan mengalami dua hal, masa tanam dan masa panen, sedangkan diri Saya waktu itu hanya menjalankan sebuah syariat tanpa mengenal rohani diri Saya kemana tujuan tentang kehidupan dan yang dimaksut dengan manusia memiliki dua masa.

Tertegun diri Saya makin ingin mengetahui dibalik ilmu apa yang Saya sendiri dibuat tidak mengerti maksut dari sebuah awal pertemuan diri Saya dengan lelaki setengan tua yang bijak. Beliau bertanya apa kamu akan berubah bilamana diberitahukan tentang proses kehidupan Mu dari usia kecil sampai masa tua Mu, apa kamu berani melihat kehidupan yang telah terjadi dan yang akan terjadi nanti. Hanya sebuah tangisan hati yang keluar dari nasihat yang diperlihatkan ke diri Saya karna apa yang Saya lakukan semua tidak lebih dari bentuk rohmat yang Maha Kuasa atas perlindungan yang diberikan kepada Saya. Seketika itu juga Saya mengerti petunjuk bijak yang diperlihatkan menjadikan jelas siapa diri Saya, sedang dimana Saya dan kemana tujuan saya nanti.

Sebuah percakapan seorang yang berilmu dapat memperlihatkan jalan keluar dari kesulitan diri saya yang tidak dapat Saya ceritakan secara lugas, selain bertemu langsung dengan seorang yang bijak dan berilmu dengan pandangan yang luas memberikan titik terang kehidupan diri Saya. Beliau mengenalkan tentang asal muasal dirinya yang terlahir di bawah gunung merapi yang kakek buyutnya berasal dari lereng gunung merapi, Sleman, Jogjakarta. Menyebut dirinya dengan nama Abah Usman atau Muhammad Toleng sebutan nama yang diberikan seorang guru yang berada di Tasikmalaya.

Perkenalan yang menjadi awal mengenal seorang bijak yang berilmu dengan prilaku yang tidak wajar kesehariannya dengan tidak makan, tidak tidur di malam hari dan mandi malam sebelum sholat sunah di tengan malam selama kurang lebih hingga saat ini sudah 28 tahun dalam masa perjalanan kehidupan Abah Usman.  Hanya sebuah ungkapan yang terucap, seorang yang rohani dan berfikir sehat akan membawa dirinya dalam keadaan sehat jasmani dan rohaninya menemukan kebahagiaan dan kesenangan dalam kehidupannya.

Ada 4 golongan manusia,

  1. Orang bermaksiat
  2. Orang gila
  3. Orang tidur malam hari
  4. Orang bermunajat dengan Alloh

Orang yang jujur adalah orang yang memiliki akal pikiran yang baik, dimana akan menjadikan dirinya melakukan perbuatan yang baik, tidak menyakiti dirinya dan orang sekitarnya